. ARTIKEL LENGKAP
MASOHI MASA LALU, MASA KINI DAN MASA DEPAN
Setiap menyambut Ulang Tahun, maka senantiasa yang muncul adalah harapan atas langkah ke depan dan evaluasi atas berbagai langkah yang telah dilakukan di tahun – tahun sebelumnya. Dimana – mana dua kutub, yang terhubung pada proses Ulang Tahun, menarik satu dimensi waktu yakni masa lalu dan masa depan. Dalam suatu keselarasan gerak, dan belajar atas kehidupan alam yang selalu mengedepankan keseimbangan, maka memaknai sebuah Ulang Tahun, kiranya perlu diletakan pula pada satu semangat untuk mampu menghubungkan secara harmonis antara langkah masa lalu dengan masa depan.
Ini bukan suatu pekerjaan yang mudah dan sederhana seperti diucapkan tetapi dibutuhkan suatu kearifan dan sebuah kebijakan. Mengapa demikian? Sebab sering kali saat melangkah menuju masa depan atau ketika berdiri dimasa kini maka ruang masa lalu sering kali dilupakan, ditinggalkan atau bahkan ekstrim disalahkan.
Demikian halnya sebuah kerinduan akan masa lalu sering kali menjadi suatu pembenaran untuk menyalahkan langkah gerak disaat ini. Kiranya itu semua tidak akan terjadi, apabila tumbuh suatu kesadaran budaya dan satu kearifan bahwa baik masa lalu, masa kini maupun masa mendatang memiliki sumbangsih dan nilai sejarah masa lalu, sejarah masa kini dan sejarah masa depan menjadi suatu untaian keuatan untuk membawa suatu kejayaan bersama. JEJAK KOTA MASOHI PADA MASA LALU Pembangunan Kota Masohi pada hakekatnya merupakan realisasi dari cita-cita yang bersendikan pembangunan etnologis yang hidup dalam hati nurani penduduk Maluku Tengah, cita-cita untuk kembali ke Seram Nusa Ina Pulau Ibu. Nusa Ina Pulau Ibu, pulau harapan untuk Maluku dimasa depan, pulau pujaan bagi penduduk Maluku Tengah pada umumnya, yang menjadi tempat berdiamnya Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah. Hal ini nampak dalam cetusan jiwa melalui kapatah : Nunusaku Sama Ite, Sama Ite Waeletelu yang merupakan getaran jiwa yang sudah lama terpendam.
Hasrat untu kembali membangun Pulau Seram lebih mendesak, setelah pulau – pulau disekitarny adiblokir terutama pada masa pemerintahan Jepang sehingga penderitaan dan dan kelaparan tidak dapat dielakan karena hubungan depan pulau Seram sebagai daerah penghasil terputus. Setelah kemerdekaan hasrat untuk kembali membangun Pulau Seram ini semakin mendesak, lebih – lebih setelah Daerah Tingkat II Maluku Tengah dibentuk dengan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 1952 sebagai daerah otonomi. Pusat pemerintah daerah sementara berada di Kota
Dalam sdaing – siding Dewan Perwakilan Daerah sementara Maluku Tengah, terdengar suara – suara dengan tegas mendesak supaya Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah secepatnya dapat dibangun di Pulau Seram. Atas desakan ini, maka Dewan Pemerintah Daerah Maluku Tengah segera merintis lokasi Ibu Kota Melalui berbagai kegiatan survey untuk mendapat tempat yang layak, strategis, memenuhi segala persyaratan sebagai pusat pemerintah, pusat pelayanan masyarakat dan pusat kegiatan lainnya.
Akhirnya melalui ketekunan yang sungguh dari Dewan Pemerintah Daerah, saling pengertian diantara Dewan Perwakialn Rakyat Daerah, rasa kebersamaan diantara para Latu Pati. Kesediaan yang tulus dari pemerintah desa dan masyarakat di wilayah Seram Selatan, terutama masyarakat Amahai, Harurum Rutah, Tamilouw, Makariki dan sekitarnya maka ditetapkan lokasi Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah pada tempat yang ada sekarang ini. Lokais Ibu Kota yang telah ditetapkan semakin mendapat pengakuan, baik dari Gubernur Maluku maupun dari Menteri Dalam Negeri. Pada tanggal 25 November 1955 Menteri Dalam Negeri Mr. Sunaryo dan Gubernur Maluku S.N. Djosan mengujungi lokasi Ibu Kota.
Untuk memberikan semangat kepada masyarakat Ibu Kota, diadakan Upacara HUT Kemerdekaan Ri ke12 sebagai upacara memperingati Hari Kemerdekaan yang pertama oleh Pemerintah Daerah dilokasi Ibu Kota pada tanggal 17 Agustus 1957 dan juga sebagai persiapan peletakan batu pertama pembangunan Ibu Kota.
Puncak dari pembangunan Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah ialah peletakan batu pertama pada tanggal 3 November 1957 oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno sekaligus memberikan nama Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah “ Masohi” artinya Gotong Royong.
Setelah peletakan batu pertama pembangunan Ibu Kota terus berlangsung dengan Motto “Jangan Jemu Mendaki Kalau Mau Kepuncak Cita” motto tersebut diangkat dari salah satu tema spanduk yang diciptakan (ditulis) diatas sepotong kain blacu warna putih dengan memakai car warna merah oleh Jhon Apono mantan pegawai Penerangan Maluku Tengah, dan dikukuhkan oleh Presiden Soearno sebagai motto Kota Masohi pada saat peletakan batu pertama pembangunan Kota Masohi tanggal 3 November 1957 karena spanduk tersebut dipasang ditempat batu pertama pada saat itu.
Semangat pembangunan Kota Masohi menurut Bupati Abdullah Soulissa pada saat memberikan laporan kepada Presiden RI Ir. Soekarno dalam kunjungan beliau yang ke-2 di Masohi pada tanggal 19 Juni 1959, bahwa pembangunan Kota Masohi tetap berjalan walaupun ada hambatan utama yaitu kekurangan dana, maka dengan surat keputusan Dewan Pemerintah Daerah Maluku Tengah tanggal 25 Juli 1959 Nomor : 38/DPD/D, ditetapkan terhitung tanggal 17 Agusutus 1959, memindahkan tempat kedudukan Pemerintah Daerah Maluku Tengah dari Ambon ke Masohi ditandai dengan penanaman Pohon Beringin di Lapangan Nusantara Masoh Oleh Panglima Militer Maluku dan Irian Barat Letkol H.Pietersz.
Selanjutnya dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 23 Desember 1959 Nomor 52/12-207 ditetapkan Masohi sebagai Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah. Pembangunan Kota Masohi senakin meningkat setelah adanya program repelita, sejak Pelita Pertama berbagai sarana dan prasarana baik ekonomi maupun non ekonomi terus dibangun dari tahun ke tahun. Berbagai program pembangunan dikembangkan : transmigrasi local, program pir, pembukaan jalan-jalan baru yang menghubngkan wilayah Seram Utara dan Seram Selatan, Seram Barat dan Seram Timur melalui program Lintas Seram yang semuanya sangat menunjang pembangunan Kota Masohi. Penduduk semakin berkembang terutama karena Migrasi dan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.
Disisi lain untuk pengamanan pembangunan Ibu Kota maka dibuat Rencana Induk Kota (RIK) masohi 1983-2004, RIK yang ditetapkan dengan Perda Nomor 05 tahun 1983 dan disahkan oleh Menteri Dalam Negeri dengan SK Nomor : 650-073 tanggal 22 Januari 1985 mengikat semua pihak tanpa kecuali dalam melaksanakan pembangunan fisik kota. Untuk membangun Kota Masohi selanjutnya diperlukan aparat yang mau mengabdi dengan penuh dedikasi, sehingga Kota Masohi terus maju, dan sejajar dengan Kota lainnya di Provinsi Maluku. KOTA MASOHI MASA KINI. Dibawah kepemimipinan Bupati Maluku Tengah Ir. Abdullah Tuasikal, MSi dan Wakil Bupati Ir. Imanuel Seipala, MS sejak tahun 2002 hingga sekarang Masohi terus berbenah diri baik dari sisi pembangunan fisik material maupun pembangunan mental spiritual, maupun dalam pelaksanaan pembangunan tersebut ada tantangan – tantangan yang harus dihadapi, atau sejumlah kritik – kritik halus yang disampaikan terhadap kepemimpinan mereka, tetapi suatu hal menjadi tolak ukur utama dalam menilai keberhasilan kepemimpinan kedua sosok tersebut adalah terciptanya kedamaian dan keberhasilan dalam menata pembangunan didaerah Maluku Tengah termasuk Kota Masohi.
Dimensi lain yang menjadi keberhasilah mereka adalah kemampuan kerja sama diantara kedua pejabat tersebut dalam membangun Kota Masohi disegala bidang sampai saat ini. Dalam kaitan dengan pembangunan Kota Masohi tersebut, maka dalam refleksi HUT ke-50 Kota Masohi 3 November 2007 semua pelaku pembangunan diharapkan mampu mengembangankan kreatifitas dan inovasi dalam sebuah progresivitas gerak. Oleh karena itu maka setiap aparat pemerintah agar senantiasa memiliki kepekaan, dan memiliki sikap tanggap atas semua perubahan yang terjadi sehingga mampu membangun Kota Masohi manuji Kota yang bersih, indah, nyaman dan rapih, berwawasan lingungan dan pada akhirnya menjadi kota yang mandiri.
Dalam rerak dinamis pembangunan Kota Masohi dimasa kini, maka telah diadakan penataan dan pembangunan sarana perhubungan (perluasan teminal Kota Masoh) penataan lampu lalulintas, pembangunan sarana pendidikan, baik SD, SMP, maupun SMA, pembangunan sarana kesehatan, Rumah Sakit Umum Masoh, pembangunan saran olah raga (lintasan lapangan nusantara) serta pembangunan gedung instansi pemerintah, dll.
Semua kegiatan pembangunan tersebut dapat terwujud apabila kita tetap memiliki rasa kebersamaan, rasa cinta dan rasa memiliki dengan tetap memantapkan identitas dan citra masyarakat Kota Masohi pada khususnya dan masyarakat Maluku Tengah sebagai orang basudara. Berdasarkan tekad itulah, maka marimkita menyatu hati dan pikiran, mari kita bergandeng tangan dalam satu gerak alngkah yang sama serta menyatakan dengan tegas dan lantang tekad kita “Bangunlah Masohi”.
Sehubungan dengan tekad ini maka kita berusaha untuk mewujudkan terciptanya stabilitas social keamanan yang berkelanjutan sebagai prasyarat kondisional bagi pembangunan Kota Masohi demi mensejahterakan kehidupan masyarakata sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945.
Dalam konteks itulah patutu mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang senantias memberikan kekuatan kepada Pemerintah Maluku Tengah, DPRD Maluku Tengah, yang karenanya maupun menghadapi dan keluar dari berbagai cobaan hingga pada akhirnya ktia dapat merayakan HUT Kota Masohi ke 50 saat ini, kita dapat merasakan kondisi keamanan yang semakin kondusif dan dinamika kehidupan social ekonomi yang terus menerus mengalami perkembangan pesat.
Dengan mengedepankan hal seperti yang dikemukakan diatas, maka kita akan mampu mengejar ketertinggalan untuk kemudian mensejajarkan diri dengan kabupaten/kota lainnya dalam lingkup Provinsi Maluku. KOTA MASOHI DALAM TEROPONG MASA DEPAN Pembangunan Kota Masohi dimasa depan, tentu tidak terlepas dari pembangunan Maluku Tengah secara utuh berdasarkan Visi dan Misi Kabupaten Maluku Tengah 5 Tahun mendatang. Visi dan Misi Maluku Tengah tersebut (Periode 2007 – 20012) adalah : Visi : “ Terwujudnya Kabupaten Maluku Tengah yang Masyarakatnya Cerdas, Sehat, Sejahtera dan Produktif Berbasiskan Pemeberdayaan” Misi : 1. Mewujudkan rasa aman, damai dan tentram. 2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia . 3. Membangun daya saing ekonomi daerah. 4. Membangun aparatur pemerintah yang jujur, kuat handal dan professional serta meningkatkan kualitas dan kepastian pelayanan public. Dalam merealisasikan Visi Misi tersebut, maka Bupati Maluku Tengah IR. Abdullah Tuasikal, MSi dan Wakil Bupati Maluku Tengah Ir. Imanuel Seipala, MS bertekad untuk mengantarkan Bumi Pamahanunusa yang didalamnya terdapat Kota Masohi sebagai salah satu Kabupaten yang memiliki keragaman budaya untuk menjadi Kabupaten terdepan dan berdaya saing.
Dengan demikian ada beberapa program perioritas yang akan dilaksanakan antara lain : Program Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Optimalisasi Kinerja dan Pelayanan Birokrasi, Pengembangan Infrastruktur dan Program Kelestarian Lingkungan Hidup dan Adat.
Demi terwujudnya Visi dan Misi, serta program pembangunan di Maluku Tengah pada umumnya dan Kota Masohi pada khususnya dimasa kini dan masa depan, maka diperlukan dukungan seluruh lapisan masyarakat.
Kini wajah Kota Masohi telah berubah dan berkembangang dari waktu ke waktu. Sebagai warga Kota yang baik, mari kita mendukung berbagai program pembangunan, mari kita satukan hati, mari kita satu piker, mari kita satu tekad bangun Masohi !!!. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati panggilan tugas dan atanggung jawab kita semua dalam rangka mengantarkan Maluku Tengah pada umumnya Kota Masohi pada khususnya menyongsong masa depan yang gemilang. DIRGAHAYU KOTA MASOHI KE-50 3 NOVEMBER 2007
November 03, 2007 post by admin
|